loading...

November 1, 2018

Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Pagi hari, tanggal 29 Oktober 2018. Hari itu cuaca di Bogor memang agak masih mendung karena semalam diguyur hujan. Seperti biasa, gw persiapan berangkat kerja menggunakan KRL. karena naik KRL gak pernah dapat duduk, biar gak ngantuk gw baca-baca chat di group WA dan kemudian muncullah berita yang mengatakan kalau sebuah pesawat dengan rute penerbangan Jakarta - Pangkal Pinang, loss contact.

Dalam hati gw, wah..! kenapa lagi nih?. Setelah, Lombok diguncang gempa, Palu dan Donggala juga gempa plus tsunami, sekarang ada pesawat yang hilang dari pantauan radar.
Sesampai di kantor, ternyata beritanya sudah menjadi headline news di beberapa stasiun TV nasional. Tidak lama berselang, keluar statement dari Basarnas bahwa pesawat Lion Air dengan kode JT610, Jakarta - Pangkal Pinang. Jatuh di perairan Karawang pada pukul 6.30 pagi, setelah 13 menit lepas landas dari Cengkareng.


Biasanya, kalau ada dari kelurga gw yang bepergian menggunakan pesawat. Gw pantau menggunakan flightradar24.com , nah.. dengan website yang sama gw coba melihat bagaimana pergerakan dari si pesawat ini termasuk grafik kecepatan dan ketinggian saat terbang.



Cukup tragis juga kalau melihat grafik altitude dan speed nya. Di ujung grafik, altitude nya turun drastis dari sekitar 5000ft (1524 m) menjadi 3650ft (1112 m) dengan kecepatan terakhir tercatat adalah 345 knots (639 km/jam). Hal ini menandakan pesawat turun ketinggiannya secara cepat dan drastis. Kalau menurut gw, kemungkinan pesawat mengalami mati mesin sebelum menghujam lautan di perairan Karawang.

Di website flightradar, kalain juga bisa melihat rute atau jalur penerbangan yang dilewati oleh si pesawat. Dan disini juga menjadi pertanyaan, kenapa si pesawat menuju Timur Laut, sedangkan tujuannya adalah ke Pangkal Pinang yang terletak di Utara.

Kemarin tanggal 1 November 2018, black box Lion Air JT 610 berhasil ditemukan di kedalaman 30 meter. Semoga dengan ditemukannya black box ini, bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

October 19, 2018

Waktunya Pamit, Tabloid BOLA.

Bagai gen halilintar di siang bolong. Ketika gw baru sampai kantor dan menyalakan PC kemudian membaca beberapa email, kemudian cek-cek media sosial. Hari itu tanggal 17 Oktober 2018, timeline di facebook gw ramai muncul gambar-gambar dari Tabloid BOLA, tetapi dengan cover pemain LAZIO. Kebetulan gw juga seorang penggemar LAZIO (Laziale,- red)


Oh, gw pikir mereka hanya ingin mengenang para pemain yang pernah berbaju biru langit milik klub yang bermarkas di ibu kota Italia. Tetapi, timeline di FB gw semakin sering muncul image-image cover dari tabloid BOLA dan gak lama kemudian muncul notifikasi email kantor yang isinya mengabarkan, kalau Tabloid BOLA mulai bulan depan, November 2018 akan tutup dan tidak terbit lagi.


Wah..!! kaget sudah pasti. Gw sebagai penggemar berat sepakbola merasa sangat kehilangan. Setelah gw ikut konfirmasi ke salah satu temen yang kerja di tabloid tersebut dan mendapatkan jawaban yang sama. Gw semakin sedih karena tidak bisa menikmati "komik si gundul" khas dari tabloid BOLA. Kenangan gw waktu masih SMP, langsung muncul. Dimana masa itu, gw rela menyisihkan uang jajan sekolah untuk bisa membeli Tabloid BOLA. Apalagi, biasanya untuk edisi berikutnya, Tabloid BOLA suka kasih bocoran bonus poster apa yang akan disisipkan di dalamnya.


Rencananya, dua edisi terakhir akan terbit tanggal 19 dan 23 Oktober. Tetapi keputusan itu berubah, tanggal 19 Oktober, Tabloid BOLA akan terbit dan tanggal 23 Oktober, skip tidak terbit untuk mempersiapkan edisi terakhir, edisi pamungkas, edisi pamit dari Tabloid BOLA di tanggal 26 Oktober. Melalui cuitan di twitter-nya, Managing Editor BolaSport, Firzie Idris mengatakan "Edisi pertama BOLA terbit hari Jumat dan kami memutuskan edisi terakhir juga harus Jumat"


Banyak yang menyayangkan kenapa Tabloid BOLA harus tutup, karena BOLA merupakan media cetak olahraga yang merupakan bagian sejarah dari perkembangan olahraga yang ada di Indonesia, terutama sepakbola. Tetapi memang tidak bisa dipungkiri, dunia yang semakin berkembang dan teknologi yang semakin berkembang juga, membuat segalanya semakin mudah. Digital semakin membuat orang mudah mengakses berita olahraga. Anak jaman sekarang tidak bisa merasakan rasanya hunting sebuah tabloid edisi khusus poster yang saat itu merupakan incaran para pecinta Tabloid BOLA.


Rest In Proud..!! Tabloid BOLA. 

October 4, 2018

Seberapa Gregetnya Lo..!

Pernah denger kan permainan "seberapa gregetnya lo..?!". Sepertinya hal itu lagi booming dan beberapa orang sudah melakukannya. Sebenarnya permainan hanya untuk lucu-lucuan saja dan ternyata banyak orang yang suka.

Permainan ini seperti dialog antar dua orang yang saling tanya jawab. Contohnya seperti ini..

"seberapa gregetnya lo?"

"kemarin gw naik motor, gw nyalain lampu sign kiri"

"terus..?"

"tapi gw malah belok ke atas..!!" 


Nah berhubung gw anak ahensi, gw mau buat beberapa dialog yang sering terjadi dan berhubungan di dunia per-ahensi-an..

REVISI

"seberapa gregetnya lo?"

"kemarin, klien gw minta revisi media plan"

"terus..?"

"revisinya kerja sendiri, gw nya pulang"


LEMBUR 
"seberapa gregetnya lo?"

"kemarin gw lembur di kantor"

"terus..?"

"gw lembur, tapi gak kerja"


PITCHING
"seberapa gregetnya lo?"

"kemarin gw ikutan pitching"

"terus..?"

"belum present materi pitching, klien nya udah approve.."


Sekarang, dari kalian seberapa gregetnya kalian?? hahahaha

July 24, 2018

Jangan Cuma Zohri

Beberapa minggu belakangan ini, Indonesia heboh karena ada seorang atlit yang mampu mengibarkan dan mengumandangakan Indonesia Raya di Finlandia. Namanya Lalu Muhammad Zohri, pria yang berasal dari Lombok ini mampu menjadi yang tercepat dalam ajang IAAF U20. Kompetisi atletik bertaraf dunia, Zohri menjadi yang tercepat untuk kategori lari 100 meter pria, dengan catatan 10.18 detik.

Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari 100 m Putra, U20


Memang di luar dugaan, ditengah gegap gempita dan uforia partai puncak Final Piala Dunia 2018 di Russia. Rakyat Indonesia bergeser ke Finlandia dimana, Zohri menjadi juara dunia under 20. Gak sampai disitu, Zohri yang mengalahkan kandidat juara pelari asal Amerika juga menjadi viral, karena Zohri sempat terlihat bingung mencari jodoh mencari bendera merah putih untuk digunakan foto session. Viralnya Zohri tak sampai disitu, netizen pun dibuat heboh dengan penampakan dari rumah Zohri yang ada di Lombok, serta latar belakang Zohri sebelum menjadi atlit atletik dan mewakili Indonesia di IAAF U20 2018, Finlandia.


Rumah Zohri

Bantuan pun datang bertubi-tubi kepada Zohri, dari pemberian uang tunai, perbaikan rumah, hingga ditawari menjadi Anggota TNI AD tanpa tes. Tak sampai disitu, Zohri pun sempat diundang Pak Presiden Jokowi berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor.

Disini gw mau bilang, Zohri beruntung. Beruntung diberi kemampuan berlari yang cepat, beruntung bertemu dengan guru olahraga semasa di SMP yang "memaksa" untuk latihan lari atletik dan beruntung Zohri bisa menang, sehingga dia bisa memperbaiki kehidupannya.

Jangan cuma Zohri yang dielu-elukan karena berhasil menjadi juara dunia. Tetapi atlit yang lain juga harus diperhatikan. Ada Fauzan Noor yang berhasil menjadi juara dunia Karate Tradisional di Praha, Ceko pada bulan Januari 2018. Berangkat ke Praha bermodal uang pas-pasan, Fauzan berhasil mengharumkan nama Indonesia. Gak tanggung-tanggung, di final lawan tanding Fauzan bertubuh tinggi besar khas orang Eropa. Video pertandingannya banyak beredar di youtube.

Fauzan Noor, Juara Dunia Karate Tradisional


Disini gw juga bilang, beruntung Zohri jadi viral. Sehingga Fauzan Noor bisa ter-ekspose prestasinya dan akhirnya mendapat apresiasi dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. Seharusnya veteran olahraga juga mendapat apresiasi karena telah mengharumkan nama Indonesia. Karena tak sedikit mantan atlit yang telah membawa lagu Indonesia Raya berkumandang, harus hidup memprihatinkan. Menjual medali yang diperoleh agar bisa menyambung hidup. Miris.



July 13, 2018

Tik Tok

Diluncurkan di bulan April 2018, bertepatan pada peringatan "April Mop". Aplikasi TikTok mulai digemari dan menjadi trend di kawasan Asia dan Indonesia. Penggunanya disebut TikToker. Video pendek yang diunggah lewat tiktok berbagai macam jenisnya. Sebagian besar video yang temanya lucu, karena pada dasarnya memang untuk menghibur.

Dari aplikasi tiktok ini juga muncul "public figure" dadakan. Kalau di instagram, dikenal dengan nama selebgram, mungkin klo di tiktok menjadi seleb tiktok. Baru-baru ini ada yang lagi hits!, bocah laki-laki yang bernama Bowo Alpenlibe menjadi viral di dunia maya. Karena setiap unggahan video nya di tiktok langsung mendapat likes dan views yang banyak hanya dalam waktu singkat. Bahkan, followers Bowo di tiktok pun sudah ribuan. 

Followers Bowo pun kebanyakan adalah anak cewek yang baru beranjak remaja. Bowo menjadi viral karena untuk bertemu butuh biaya sebesar 80 ribu. Harga ini sudah turun, sebelumnya sempat beredar untuk bertemu Bowo tarifnya adalah sekitar 100 ribu.


Viralnya Bowo yang juga dibantu oleh para netijen menjadi trending topic di beberapa media. Netijen juga lah yang mem-bully Bowo, sehingga Kominfo memblokir aplikasi tiktok. Beberapa media mencoba mengklarifikasi ke Bowo, apa benar untuk bertemu dengan dirinya dikenakan tarif segitu?

Dikutip dari beberapa portal berita, Bowo mengaku tidak menerima uang sepeser pun dari acara meet and greet. Melalui ibundanya Bowo, uang meet and greet mungkin dibawa sama pihak penyelenggara, karena Bowo saat meet and greet statusnya hanya diundang untuk hadir. Tidak tahu menahu kalau acara tersebut ternyata berbayar. Disini gw melihat ada orang-orang yang bisa melihat situasi dan memanfaatkannya. Apalagi fans dari Bowo adalah remaja tanggung yang rela melakukan apa saja asal bertemu dengan idolanya.

Yang jadi masalah adalah orang-orang yang memanfaatkan situasi ini hanya untuk mengambil keuntungan semata. Bahkan yang gw lihat, Bowo ini mejadi korban. Akibatnya, Bowo jadi korban bullying. Paling parahnya, mematikan kreatifitas dan karya seseorang.

Kok mematikan karya dan kreatifitas? Loh iya dong, Bowo jadi gak bisa berkreasi lagi karena jadi korban bullying. Sudah bagus Bowo mau berkarya lewat tiktok. Kebanyakan orang takut berkarya karena takut dicap jelek karya yang dibuat. Kalau semua orang seperti itu, takut karyanya jelek, gak akan ada youtuber, gak akan ada blogger, gak akan ada movie maker terkenal saat ini. Dimana karya-karya terbaik mereka bisa lo nikmatin sampai saat ini.


Memangnya para youtuber, blogger, dan movie maker ketika buat karya langsung bagus? langsung pembaca dan viewersnya banyak? big no. Pasti jelek dulu yang kemudian dikritik, dikasih saran untuk menjadi lebih baik lagi.

Nama Dagangan

adventure (16) AWARD (8) curcol (5) exploresumba (1) family (5) fiksi (2) GiveAway (2) HK (2) horor (1) humor (7) info (9) kompetiblog2012 (2) my mind (7) My Money (25) opini (30) pengalaman pribadi (6) SalamIndonesia (3) share (102) Singapore (3) umum (19)