April 22, 2020

Pergi Umroh di Tengah Wabah Corona

Tulisan terakhir di blog ini tahun lalu, sekarang udah tahun 2020. Sudah setahun gak pernah update nulis blog lagi. Selain gw ada kesibukan yang lain, gw juga belum ada bahan mau nulis atau cerita apa di blog ini.

Awal tahun 2020, alhamdulillah dapat panggilan hati untuk melaksanakan ibadah umroh. Ini adalah pengalaman pertama gw melaksanakan ibadah umroh dan melakukan perjalanan terbang selama 10 jam kurang lebihnya. Ibadah umroh yang gw jalani ini, bisa dikatakan spesial buat gw. Beraawal dari sebuah rencana iseng menabung di tabungan syariah dan melihat brosur untuk tabungan haji, gw memutuskan untuk membuka tabungan haji.

Gw buka tabungan haji di bank CIMB Niaga Syariah, karena waktu itu ada promo dari pihak Bank. Saat ini, untuk mendapat nomor antrian berangkat haji harus setor uang senilai 25 juta rupiah. Setelah itu baru dapat nomor antrian. Rata-rata masa tunggu calon jemaah haji Indonesia adalah 7-15 tahun untuk yang reguler, beda cerita kalau yang pakai ONH Plus. Masa tunggunya tidak selama itu dan waktu di Mekah dan Madinahnya tidak terlalu lama.

Setelah dana terkumpul dengan menyisihkan dana  setiap bulannya, dilema terjadi. Pilih haji atau umroh dulu. Tanya ke beberapa orang yang ahlinya dan mencari tahu juga melalui forum-forum di internet, skornya sama kuat. Ada yang bilang haji dulu, karena saat haji bisa melaksanakan umroh. Ada juga yang bilang umroh dulu, karena masa tunggu haji yang bertahun-tahun, belum tentu ada umur.

Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya gw memilih untuk umroh dahulu. Gw berangkat umroh bareng istri, anak-anak ditinggal dulu di rumah. Saat memilih travel umroh, sempat bingung juga, takut. Semenjak kejadian First Travel, ada ketakukan dalam memilih travel umroh. Alhamdulillah, tetangga rumah di komplek perumahan ada yang bekerja di travel umroh. Gw pilih travelnya, alasannya satu kalau ada masalah gw tahu harus mencari kemana dan siapa yang gw cari. 

Bimbang haji dulu atau umroh, kemudian bimbang pilih travel, selanjutnya bimbang memilih paket umroh yang ditawarkan. Istri memilih paket umroh keberangkatan di bulan Maret, paket umroh yang ditawarkan plus destinasi di Turki. Jujur, dari hati gw gak sreg dengan pilhan istri. Secara perlahan, gw coba ngobrol sama istri, tujuan kita itu sebenarnya kemana? Umroh atau ke Turki? Selain biayanya juga lumayan mahal ditambah tujuan dan niatnya udah berubah, bukan Umroh tapi ke Turki.

Alhamdulillah, istri mau mengerti dan akhirnya beberapa hari kemudian gw bilang ke travel kalau gw merubah paket umroh. Paket keberangkatan di bulan Januari. Hari yang di nanti pun tiba, gw dan rombongan umroh berangkat dari Jakarta dan tiba di Madinah jam 2 pagi waktu setempat. Perbedaan waktunya 4 jam lebih lama dibanding Indonesia.

Masjid Nabawi, masjid terindah di muka bumi
Gw pernah berpikir dan merenung, banyak (termasuk gw) yang rela menabung bahkan berhutang untuk memiliki mobil baru, rumah baru, handphone baru, bahkan jalan-jalan ke eropa. Sejak itu gw berniat, bisa lah ini gw menabung untuk beribadah. Prinsip gw, ibadah itu harus dipaksakan karena nantinya juga terbiasa.

Sholat Jumat terakhir, sebelum tawaf wada'


By the way, saat gw pergi umroh. Virus corona sedang terjadi, alhamdulillah belum sampai ke Arab Saudi dan belum diberlakukannya lock-down. Manusia boleh punya rencana yang baik, tapi sebaik-sebaik rencana adalah milik Allah SWT. Seandainya gw tetap memilih keberangkatan di bulan Maret, sampai sekarang pun mungkin gw masih belum beribadah umroh. Dari situ gw bisa ambil pelajaran, kalau punya niat baik apalagi berhubungan dengan ibadah dan Allah SWT, segera dilakukan. Jangan ditunda-tunda, apalagi kalau sudah mantap niatnya, insya Allah akan dimudahkan.

Ambil miqot di Bir'Ali sebagai salah satu niat umroh


Kalau yang masih penasaran seperti apa kegiatan gw selama di Madinah dan Mekah yang tentunya selain beribadah, gw juga mengunjungi tempat bersejarah dalam Islam dan tempat paling indah, makam Nabi Muhammad SAW. Kalian bisa cek di channel youtube gw di bawah ini



Selamat menikmati..!! :)

May 20, 2019

Fanatisme 01 dan 02

Tahun ini 2019, adalah tahun pesta bagi Rakyat Indonesia. Pesta Demokrasi. Pesta yang dilakukan setiap 5 tahun sekali, dimana seluruh rakyat Indonesia melakukan pemilihan untuk Presiden dan Wakil Presiden serta para wakil rakyat yang akan mewakili aspirasi mereka di pemerintahan.


Tanggal 22 Mei 2019, adalah hari dimana KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan mengumumkan siapa yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden dari Republik Indonesia selama 5 tahun ke depan. Sebelum pengumuman, kalian pasti sudah tahu dan sudah sering melihat di TV berita yang beredar. Bagaimana dua calon presiden ini saling beradu. Bukan capres nya yang beradu sih, tapi para pendukung fanatiknya yang 'lebay'.


Gw sih respect banget, bahkan sangat-sangat respect dengan kalian yang secara terang-terangan mendukung 01 dan 02. Tapi sebagaian besar dari kalian tidak bisa saling menghargai pilihan satu sama lain. Bahkan orang-orang yang merahasiakan pilihan capresnya terkadang kena nyinyir kalian. Padahal, ketika kalian mengalami kesulitan, capres yang kalian elu-elukan itu bukan orang pertama yang menolong, tetapi tetangga sebelah rumah yang ternyata berbeda pilihan capresnya.

Ayolah, setiap 5 tahun sekali siklus negatif seperti ini selalu terjadi. Padahal kita-kita ini bukan keledai yang bisa jatuh di lubang yang sama. Kita semua bersaudara, satu NKRI, satu negara Republik Indonesia.


December 9, 2018

PASUKAN GARUDA - I Leave My Heart in Lebanon - Full Movie

KONGA, bagi masyarakat awam mungkin sangat tidak familiar. Tetapi bagi keluarga militer, istilah ini sangat lekat di hati mereka. KONGA merupakan singkatan dari KONtingen GAruda yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB sejak tahun 1957. Negara penempatannya pun berbeda-beda, tergantung negara mana yang membutuhkan. Kontingen Garuda pernah berada di Nepal, Beirut, Mesir, Gaza, dan yang terakhir adalah di Lebanon.


Untuk mengetahui seperti apa kehidupan para Kontingen Garuda ini, sebuah film dengan tema yang sama menceritakan semuanya. Tentunya dengan tambahan unsur-unsur seni dalam dunia perfilm-an.


Selamat menyaksikan..!!



Silahkan klik CATATAN DODOL, Calon Dokter untuk menikmati film nya.

November 1, 2018

Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Pagi hari, tanggal 29 Oktober 2018. Hari itu cuaca di Bogor memang agak masih mendung karena semalam diguyur hujan. Seperti biasa, gw persiapan berangkat kerja menggunakan KRL. karena naik KRL gak pernah dapat duduk, biar gak ngantuk gw baca-baca chat di group WA dan kemudian muncullah berita yang mengatakan kalau sebuah pesawat dengan rute penerbangan Jakarta - Pangkal Pinang, loss contact.

Dalam hati gw, wah..! kenapa lagi nih?. Setelah, Lombok diguncang gempa, Palu dan Donggala juga gempa plus tsunami, sekarang ada pesawat yang hilang dari pantauan radar.
Sesampai di kantor, ternyata beritanya sudah menjadi headline news di beberapa stasiun TV nasional. Tidak lama berselang, keluar statement dari Basarnas bahwa pesawat Lion Air dengan kode JT610, Jakarta - Pangkal Pinang. Jatuh di perairan Karawang pada pukul 6.30 pagi, setelah 13 menit lepas landas dari Cengkareng.


Biasanya, kalau ada dari kelurga gw yang bepergian menggunakan pesawat. Gw pantau menggunakan flightradar24.com , nah.. dengan website yang sama gw coba melihat bagaimana pergerakan dari si pesawat ini termasuk grafik kecepatan dan ketinggian saat terbang.



Cukup tragis juga kalau melihat grafik altitude dan speed nya. Di ujung grafik, altitude nya turun drastis dari sekitar 5000ft (1524 m) menjadi 3650ft (1112 m) dengan kecepatan terakhir tercatat adalah 345 knots (639 km/jam). Hal ini menandakan pesawat turun ketinggiannya secara cepat dan drastis. Kalau menurut gw, kemungkinan pesawat mengalami mati mesin sebelum menghujam lautan di perairan Karawang.

Di website flightradar, kalain juga bisa melihat rute atau jalur penerbangan yang dilewati oleh si pesawat. Dan disini juga menjadi pertanyaan, kenapa si pesawat menuju Timur Laut, sedangkan tujuannya adalah ke Pangkal Pinang yang terletak di Utara.

Kemarin tanggal 1 November 2018, black box Lion Air JT 610 berhasil ditemukan di kedalaman 30 meter. Semoga dengan ditemukannya black box ini, bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

October 19, 2018

Waktunya Pamit, Tabloid BOLA.

Bagai gen halilintar di siang bolong. Ketika gw baru sampai kantor dan menyalakan PC kemudian membaca beberapa email, kemudian cek-cek media sosial. Hari itu tanggal 17 Oktober 2018, timeline di facebook gw ramai muncul gambar-gambar dari Tabloid BOLA, tetapi dengan cover pemain LAZIO. Kebetulan gw juga seorang penggemar LAZIO (Laziale,- red)


Oh, gw pikir mereka hanya ingin mengenang para pemain yang pernah berbaju biru langit milik klub yang bermarkas di ibu kota Italia. Tetapi, timeline di FB gw semakin sering muncul image-image cover dari tabloid BOLA dan gak lama kemudian muncul notifikasi email kantor yang isinya mengabarkan, kalau Tabloid BOLA mulai bulan depan, November 2018 akan tutup dan tidak terbit lagi.


Wah..!! kaget sudah pasti. Gw sebagai penggemar berat sepakbola merasa sangat kehilangan. Setelah gw ikut konfirmasi ke salah satu temen yang kerja di tabloid tersebut dan mendapatkan jawaban yang sama. Gw semakin sedih karena tidak bisa menikmati "komik si gundul" khas dari tabloid BOLA. Kenangan gw waktu masih SMP, langsung muncul. Dimana masa itu, gw rela menyisihkan uang jajan sekolah untuk bisa membeli Tabloid BOLA. Apalagi, biasanya untuk edisi berikutnya, Tabloid BOLA suka kasih bocoran bonus poster apa yang akan disisipkan di dalamnya.


Rencananya, dua edisi terakhir akan terbit tanggal 19 dan 23 Oktober. Tetapi keputusan itu berubah, tanggal 19 Oktober, Tabloid BOLA akan terbit dan tanggal 23 Oktober, skip tidak terbit untuk mempersiapkan edisi terakhir, edisi pamungkas, edisi pamit dari Tabloid BOLA di tanggal 26 Oktober. Melalui cuitan di twitter-nya, Managing Editor BolaSport, Firzie Idris mengatakan "Edisi pertama BOLA terbit hari Jumat dan kami memutuskan edisi terakhir juga harus Jumat"


Banyak yang menyayangkan kenapa Tabloid BOLA harus tutup, karena BOLA merupakan media cetak olahraga yang merupakan bagian sejarah dari perkembangan olahraga yang ada di Indonesia, terutama sepakbola. Tetapi memang tidak bisa dipungkiri, dunia yang semakin berkembang dan teknologi yang semakin berkembang juga, membuat segalanya semakin mudah. Digital semakin membuat orang mudah mengakses berita olahraga. Anak jaman sekarang tidak bisa merasakan rasanya hunting sebuah tabloid edisi khusus poster yang saat itu merupakan incaran para pecinta Tabloid BOLA.


Rest In Proud..!! Tabloid BOLA.