October 27, 2015

Insiden di Sepang, ini kata Rossi..

Ada yang tahu apa yang lagi seru di MotoGP, yang kemarin dilaksanakan di Sepang? Bagi penggemar berat olahraga motor dengan kecepatan super ini, pasti tahu apa yang terjadi. Persaingan sengit di race Sepang kemarin terjadi antara Valentino Rossi yang biasa dikenal dengan "The Doctor" versus Marc Marquez, si "baby alien".


Gw gak tahu persisnya di lap ke berapa, dua rider ini saling gesrek. saling sikut, saling tendang, saling pelukan, saling sundul. Setiap tikungan dan trek lurus, mereka saling mendahului dan saling geber motor tunggangan mereka masing-masing. Hingga pada akhirnya terjadilah insiden dimana si baby alien berselancar di aspal sirkuit Sepang. Semua penonton riuh, histeris, teriak bahkan ada yang sampai kesurupan heboh sendiri.

Rossi vs Marquez


Marquez nyusruk deh..

Banyak spekulasi yang muncul setelah insiden tersebut. Ada yang bilang konspirasi Spanyol, mengingat saingan terdekat Rossi untuk meraih gelar Juara Dunia MotoGP 2015 adalah Lorenzo, rekan setim Rossi di YAMAHA. Road Direction melakukan investigasi atas insiden yang membuat heboh seluruh dunia. Rossi pun banyak yang mengecam atas aksinya yang menjatuhkan Marquez. Tapi tidak sedikit juga yang mendukung Rossi, bahkan sampai ada petisi untuk membatalkan hukuman yang diberikan kepada Rossi.

Atas insiden ini, Rossi dijatuhi hukuman pinalti 3 poin dan start paling belakang di GP Valencia. Walaupun jarak antara Lorenzo dan Rossi tidak jauh, tapi kalau si Rossi start dari nomer buncit sepertinya susah untuk finish di urutan 10 besar. Karena keputusan pinalti dan harus start dari belakang, Rossi berkata...


Selamat Hari Blogger



August 4, 2015

"Kapan?", pertanyaan tak berujung

Dulu, waktu masih kuliah dan memasuki tingkat akhir, pertanyaan mengenai "kapan?" selalu hadir dan menemani. Gak pandang sama siapa lo ketemu, pertanyaan itu pasti muncul. KAPAN?.

---

Iya, kapan lo maju untuk sidang skripsi?. Gak sampai di situ, beres sidang skripsi pertanyaan selanjutnya adalah kapan lo wisuda?. Beres sampai diwisuda? Heh! jangan seneng dulu kalian, pertanyaan lebih menyakitkan yang rasanya perih banget masih ada dan selalu diawali dengan kata kapan. Jangan pernah bangga dengan gelar sarjana yang kalian dapat selama menjadi siswa yang maha alaisa mahasiswa.

Sesungguhnya gelar sarjana yang kalian sandang sangat berat ketika kalian belum juga mendapatkan kerjaan atau belum juga berpenghasilan. Sudah wisuda dan sarjana, kapan mau nyari kerja?, pertanyaan kapan muncul lagi. Sejatinya pertanyaan kapan lebih bermaksud menyindir dan pertanyaan dengan memulainya dengan kapan itu sakit. Rasanya ingin ngajak berantem.


Sudah dapet kerjaan, sudah berpenghasilan kemudian masih jomblo, wah..ini kondisi yang biasanya orang tua ikut campur. Bahkan Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, dan warga kampung ikutan nimbrung. Buat apa? buat ngejodohin lo sama anak mereka, anak temen mereka, atau sodara mereka yang juga lagi jomblo. Sepertinya status jomblo itu status yang gampang banget diketahui dan gampang terpublikasi. Makan sendiri, pergi jalan ke mall sendiri, jomblo ya?. Hina banget sepertinya, kampretos..!

Masuklah kalian pada jenjang pernikahan setelah menemukan jodoh yang selama ini dicari. Pas kumpul keluarga, kalian datang bersama istri, kemudian Opung, Inang, Pakde, Bude, Om, Bibi, mengajukan pertanyaan yang kampret, kok belum hamil? kapan mau hamil? ditunda ya? Daripada nanyain kapan mendingan doain.. Udah punya anak satu, ditanya kapan nambah lagi?  gitu aja terus sampai firaun bangkit, terus mati lagi, terus bangkit lagi, terus mati lagi, dan terus..terus..terus..

Jadi buat kalian yang akan memasuki satu step kehidupan, biasanya pas lo memasuki umur baru alias ulang tahun.  Siap-siap akan ada pertanyaan kapan?. Kapan? pertanyaan tak berujung..

July 18, 2015

Idul Fitri 1346 H, Bulan Berkah, Bulan Musibah

Selamat lebaran, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Taqabbalallahu minna waminkum taqabbal ya kariim. Mohon maaf lahir dan batin.

Tanggal 17 Juli 2015, hampir seluruh umat muslim di dunia ini merayakan hari kemenangan setelah hampir sebulan penuh berpuasa. Hampir sebulan penuh menahan hawa nafsu (katanya), haus dan lapar. Menahan hawa nafsu di siang hari dan awal bulan ramadhan begitu mudahnya. Tapi ketika memasuki seminggu terakhir menjelang lebaran tiba, nafsu berbelanja menggila. Pakaian dan aksesoris ketika hari kemenangan datang, hampir semua serba baru. Entag disadari atau tidak, bulan penuh berkah menjadi bulan dengan pengeluaran terbesar. Sangat besar.

Seperti kegundahan teman saya yang diungkapkan melalui whatsapp group. Seperti ini kurang lebih isinya,

"Kawan2 boleh mengucapkan saya apatis dan picik dalam beragama, tapi dengan jujur saya tak menikmati idul fitri. Saya menikmati hari yg biasa, saat manusia tdk lupa diri dengan sibuk ber haha hihi penuh topeng dan dusta, dan plesir sana sini sebagian terjebak pada zina.
Sebagai catatan rutin pertahun, peristiwa idul fitri membuat manusia indonesia banyak yg gila belanja, momen yg seharusnya berhemat krn di mulai dr puasa, dgn kecanggihan budaya, justru malah menjadi bulan yang boros.
Dan satu lagi yg tak terlewat, peristiwa idul fitri menjadi peristiwa kuburan masal, entah berapa ratus nyawa lagi tahun ini yg meregang, krn kecelakaan mudik dan berlalu lintas di jalan.
Saya sering bertanya, seharusnya peristiwa ini menjadi barokah, kok manusia malah menjadikannya sebagai bencana. Bencana anggaran, bencana mental, dan bencana bagi badan.
Tapi bagaimanapun, demi menghormati kegenitan zaman, saya tetap hrs mengucapkan, selamat ditipu perasangka 1436 H, semoga kita tdk menjadi korban bencana tahunan ini, kecuali cuma nyicip2 sedikit, biar ndak dikira menjadi pengikut aliran sesat oleh orang2 yg merasa dirinya paling suci dan paling benar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, tanpa harus menunggu lebaran, Engkau tetap yang Maha Akbar Rabb, maafkan kekerdilan hamba, tak lihai mengikuti arus ketaqwaan masal ini."

Dipikir-pikir ada benarnya, setiap tahun data kecelakaan lalu lintas meningkat pesat di saat menjelang lebaran dan mudik. Demi berlebaran bersama, nyawa pun dijadikan taruhan.

July 13, 2015

Kepo, Modus, Galau dan Baper

Pergaulan di Indonesia makin hari makin absurd. Ada saja yang dijadikan kosakata baru. Sampe gw berasa gagal karena kurang update dengan pergaulan kawula muda ((( kawula ))) haha. Pergaulan sekarang ibarat gadget, telat dikit udah deh bakalan ketinggalan update. Sedih.

---

Kepo, kata ini agak-agak membuat gw kesel sendiri. Rasanya pengen marah kalau ada yang bilang "kepo, lo" ke gw. Kepo, yang artinya kurang lebih rasa ingin tahu yang berlebihan. Rasa ingin tahu berlebihan pun ada term and condition-nya. Lo punya rasa ingin tahu berlebihan di bidang pendidikan atau pekerjaan itu bagus. Tapi, rasa ingin tahu berlebihan mengenai kehidupan seseorang, itu sih mau tahu aja namanya. Bukan urusan lo untuk tahu lebih banyak. Banyak yang suka update status di facebook atau BBM, yang memancing orang lain untuk bertanya.

A: *bikin status di FB* "duh, kepala gw sakit banget"
B: *comment dalam FB* "sakit kenapa?"
A: *balas comment* "ih, kepo deh.."

Dialog yang kayak di atas itu kan bikin kesel. Buat status di FB yang membuat orang ingin tahu, tapi malah dijawab, kepo. Giliran, gak ada yang comment, malah nyampah statusnya. Tiap menit ganti. Gw rudal juga nih orang macam begitu. Coba kalau sakit beneran dan gak ada orang yang nanyain? Kadang kita juga suka kurang bisa menghargai rasa ingin tahu seseorang, sehingga sedikit-sedikit "kepo", apa-apa "kepo".

---

Modus, kosakata ini lagi, darimana coba kosakata ini bisa dipakai sama anak gaul jaman sekarang. Setahu gw, modus ini cenderung konotasi negatif dan condong ke kejahatan. Biasanya dipakai dalam pengantar berita kriminal. OK, gw dulu emang kebanyakan nonton program Buser dan Patroli yang isinya tindak kriminal. Tapi dalam pergaulan jaman sekarang, modus dipakai buat cowok ngerayu cewek dengan embel-embel membantu. Mungkin lo semua pernah lohat ketika ada temen cowok lo ingin membantu seorang cewek, lo bakalan spontan akan berkata "ah, modus tuh..!". Kita hidup di Indonesia, negara yang menjunjung tinggi saling tolong menolong, ketika setiap tolongan dikatakan modus. Kelar udah, mending hidup di hutan macem pelem Cast Away. Di pulau terpencil dan sendiri.

--

Galau,  kalau kosakata yang satu ini agak gak jelas menurut gw. Konsisten digunakan dalam semua kondisi yang berhubungan dengan percintaan, asmara, dan suasana hati. Serta kondisi kebimbangan antara pilihan. Cukup buat status yang berhubungan dengan asmara percintaan dan kebimbangan, maka comment yang pertama muncul adalah "ciyee..galau..". Tanpa disadari, kita jadi kurang peka terhadap emosi perasaan seseorang yang diungkapkan dalam kata dan bahasa.

--

Baper, ini kosakata yang paling update. Gw baru tahu ada kosakata ini seminggu terakhir ini. Ketika di kantor ada yang bilang "susah sih klo udah baper..". Gw cari sendiri, apa sih baper? Badan sampe meriang, bibir pecah-pecah, tenggorokan kering, perut keroncongan, eh gak tahunya gw laper dan haus. Mau makan dan minum, eh lagi puasa. Hahaha. Sampe pada akhirnya mbah google mencerahkan segalanya. Baper adalah singkatan dari bawa perasaan. Sigh..! kamfreets..! Gw pikir baper itu yang ada dalam youtube, pas lagi nonton tiba-tiba mandek dan muncul bapering.. (itu, buffering dink). Perasaan seseorang kadang bisa muncul kapan saja dan kita lupa itu bahkan sering kurang menghargainya. Kita lupa, perasaan itu sangat mudah muncul.

--

Pergaulan jaman sekarang makin lama makin sulit untuk saling meghargai. Kosakata tersebut boleh digunakan, tentunya dengan situasi dan kondisi. Jangan sampai dengan kosakata tesebut, pergaulan yang seharusnya bisa saling menghargai jadi saling membenci karena adanya tidak saling menghargai. :)

Kepo, Modus, Galau dan Baper, gunakan seperlunya.

June 30, 2015

Saling Menghormati dan Saling Dihormati

Haloo.? apa kabar? Puasa gimana, lancar..?


Alhamdulillah sudah lewat seminggu puasa tahun ini. Puasa tahun ini, merupakan puasa pertama gw dan keluarga kecil gw untuk mandiri. Yap..! sudah 3 bulan gw pindah dari PIM (pondok indah mertua). Seru, karena harus menentukan masak dan makan apa hari ini, besok dan seterusnya. Sama, seperti saat di kantor ketika jam makan siang tiba, tentunya saat bukan bulan ramadahan. Pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab, "makan siang apa?" atau "makan siang dimana?". Sekarang harus mengatur keuangan kenegaraan sendiri, kalau dulu waktu masih gabung sama mertua, keuangan bisa gabung dengan keuangan dari "negara" lain, hehe.


Ngomong-ngomong soal puasa, saudara-saudara kita yang muslim yang kebetulan berada di wilayah eropa sedang menjalani puasa yang berat banget. Terutama eropa timur. Di wilayah eropa saat ini lagi masuk summer, dimana siang mereka lebih panjang daripada malam. Mereka baru bisa berbuka di jam 10 malam atau di jam 12 malam. Beruntungah kita yang tinggal di daerah yang dilintasi khatulistiwa. Siang hari dan malam hari kita bisa dibilang seimbang. Udah enak tinggal di daerah khatulistiwa, tapi ya masih ada yang ribut soal puasa ini. Baca berita yang beredar mengenai adanya statement yang mengatakan orang puasa juga harus menghormati orang yang tidak puasa. Dan warung-warung makan harus tutup saat siang hari.


Gimana ya broh..!, puasa itu kan kewajiban lo sebagai umat muslim. Tanggung jawab lo nanti sama sang pencipta, sama Allah SWT. Rumah makan juga sudah mensiasati dengan mengguakan gordyn sebagai penutup, jika rumah makan ingin tetap buka. Inget broh! Indonesia memang negara dengan penduduk muslim terbesar, tapi tidak sepenuhnya muslim. Ada saudara kita yang non muslim dan kebetulan pula minoritas di negeri ini. Yang tidak puasa menghormati yang puasa dan sebaliknya, yang puasa juga bersikap jangan berlebihan kepada yang tidak puasa. Puasa ini kan sudah kewajiban bagi umat muslim. Nah..! sekarang bijimane lo semua punya iman, kuat kagak? Saudara kita sesama umat muslim yang ada di eropa sono apa kabar, yang notabene kaum minoritas? Swedia misalnya, harus berpuasa hampir 20 jam. Itu berarti cuma punya waktu 4 jam buat makan dan minum. Kita di Indonesia masih enak, cuma 13 jam puasa. Alhamdulillah.


Jadi agak gimana gitu, bulan puasa, bulan baik, yang seharusnya dipakai dan digunakan utuk mencari pahala sebesar-besarnya. Malah hanya dihabiskan untuk membahas siapa yang harus dihormati dan siapa yang harus menghormati. Lebih baik kita semua saling menghormati dan saling dihormati.