August 17, 2014

Kuliah Tingkat Akhir, Skripsi atau Pendamping Wisuda

Tuhan menciptakan manusia dengan segala jenis kelebihan dan kekurangan serta ada juga yang pas. Pas cakep, pas kaya, pas banyak yang naksir. Pokoknya pas banget dah. Seperti gw, lulus kuliah pas 4 tahun, tapi IPK gak pas di angka 4. Eits, bukan ngenes ya ini..,tapi lebih ke "pas" (ngeles aja gw!)


Ibarat pemilu presiden, calon presiden sibuk nyari pendamping. Bukan istri, tapi calon wakil presiden. Begitu juga dengan gw, menjelang tahap akhir kuliah. Memasuki waktu dimana jadwal sidang skripsi telah ditentukan tapi pendamping ketika wisuda kelak belum didapat, berarti gw sudah memasuki status siaga.


Kuliah tingkat akhir alias kuliah yang isinya cuma ngerjain skripsi, tapi faktanya lebih banyak nongkrong di kampus sambil ngecengin adek kelas. Karena, kegiatan tersebut ada di dalam SKS tapi tidak dipilih karena akan terpilih dengan sendirinya ketika memasuki kuliah tingkat akhir. Skripsi gimana? skripsi baik-baik saja kok di dalam drive kompouter. Ide nulis skripsi gimana? sama dia juga baik-baik saja di dalam otak, masih tersimpan. Belum saatnya saja ketemu sama file skripsi yang tersimpan di komputer. Pembuat draft skripsi lagi fokus sama pendamping wisuda.

--

Waktu masih jaman kuliah dan memasuki tingkat akhir, gw sering banget nongkrong di kantin kampus. Maklum, selama hampir 5 bulan gw penelitian yang letaknya jauh dari kota. Setelah penelitian kelar dan data hasil penelitian didapat. Saatnya kembali ke Bogor untuk mengolah data dan menyelesaikan skripsi. Faktanya, data penelitian dianggurin, draft skripsi cuma sampe kata pengantar dan pendahuluan. Waktu habis buat main kesono, main kesini, main kesono dan kesini.

Pencitraan dikit mainnya ke perpustakaan. Weits! nyari literarur? bukan! nyari wifi gratisan buat nge-blog, buka kaskus, baca berita gosip. Sayang gak bisa update pesbuk, situsnya di-blok sama kampus.

Gw akhirnya mulai ngerjain skripsi gw yang sudah tertutup sarang laba-laba dan penuh debu. Sudah kayak kitab kuno yang baru ditemukan oleh para arkeolog. Dibersihinnya pake kuas penuh dengan hati-hati. Skripsi gw kerjain juga karena dosen pembimbing gw yang mau bertugas sementara di Jerman selama kurang lebih 3 bulan. Itu berarti kalau gak gw beresin ini skripsi, gw harus bayar uang semester lagi.

Daripada gw harus bayar uang semester, tapi kegiatan gw sama. Mendingan gw beresin nih skripsi. Gw gak harus bayar uang semester, tapi gw masih bisa ngelakuin kegiatan nongkrong di kantin kampus. Siapa tahu ada yang nyanthol jadi pendamping wisuda gw *ngenes bray..!

--

Ngincer cewek untuk jadi gebetan terus jadi pendamping wisuda juga susah-susah gampang. Cowoknya udah bersusaha sampe jumpalitan, ceweknya adem bener kayak baru keluar dari kulkas empat pintu. Harus ada kerjasama dalam hubungan, biar saling menguntungkan. Jangan wirausaha, udah usaha sendirian. Sukses gak, ngenes iya!.


Selama tingkat akhir, PR ada dua yaitu beresin skripsi dan nyri pendamping wisuda. Karena momen saat wisuda adalah momen yang pas buat lo ngenalin ke orang tua kalau lo udah punya seseorang. *ehjiyeee..! susahsuit..susahsuit..!

Tapi perlu dicatat, tidak semua pendamping wisuda lo akan berakhir sebagai pendamping lo di pelaminan. Yaa..,mungkin persentasenya seimbang 50-50. Jadi jangan terlalu berlebihan ngenalin ke orang tua lo. Ingat, agama melarang kita untuk bersikap yang berlebihan. *tsaah..!

Nama Dagangan

adventure (14) AWARD (8) curcol (5) exploresumba (1) family (2) fiksi (2) GiveAway (2) HK (2) horor (1) humor (7) info (6) kompetiblog2012 (2) my mind (7) My Money (25) opini (27) pengalaman pribadi (5) share (89) Singapore (3) umum (18)