June 30, 2009

Aki-aki doyan Mafia Wars

HOOOOOOOOOOOORRRRRRRREEEEEEEEE........!!
I'M COME BACK, MY READERS..


OK, Guys..i just wanna honest to you..
I have writer's block now..


Sial, sariawan yang tak kunjung sembuh membuat cara bicara gw mirip dukun yang lagi baca mantra. Gigi merapat, bibir komat kamit. Ditambah pula dengan pengeluaran untuk pembelian pulsa internet yang terus melonjak ketika hp gw yang gw pake bisa terkoneksi dengan sempurna ke internet lewat komputer.

Bukannya ngupdate blog,malah sibuk buka pesbuk. Padahal cuma ganti status sama liat status orang, trus klo ada yang menarik, baru deh dikomentarin. Alhasil, ini blog baru terupdate. Di pesbuk sekarang gw lagi gandrung sama yang namanya "Mafia Wars". Busyet ini game bikin penasaran gw, tapi seru juga. Yaaa..walopun masih level rendah setidaknya bisalah. Dari game ini tanpa sengaja gw udah ngalahin bule, dan si bule langsung nge-add pesbuk gw.

Jrenk..Jrenk..!! tampangnya mirip temen gw. Ok, itu bukan masalah. Saat gw liat di pesbuk,ternyata dia lagi on line. Gw inisiatif to say hello with him. Dalam percakapan yang sangat alot dan memakan waktu yang sangat banyak gara-garanya gw harus buka kamus ketika dia membalas cetingan gw. Parahnya, yang gw buka kamus Bahasa Indonesia sama kamus Bahasa Sunda, mpe modhar gak bakal nyambung.

Saat dia nanya gw berasal dari mana, gw dengan bangga menjawab Indonesia. Tapi, saat gw bales bertanya apakah dia tahu Indonesia. Si bule tua menjawab tidak tahu. Kancut..!! pengen rasanya itu bule gw bom pake nuklir, tembak pake rudal, tabrak pake sukoi. Ntar jenazahnya gw arak pake bajaj biar dapet penghormatan terakhir.

Di sela-sela percakapan, gw bertanya tentang umur si bule. Lu tau dia jawab apa guys...??? Dia bilang lebih tua dari nyokap gw..!!
u know what i mean kan?? Itu berarti dia udah aki-aki. Gila bener,aki-aki doyan maen Mafia Wars. Klo pesbuk mah, emang lagi ngetrend. Para wakil rakyat aja punya pesbuk.

June 24, 2009

Ngomong, tapi dengan gigi merapat..

PERHATIAN: Membaca blog pada artikel yang ini, bacalah dengan gigi tetap merapat. Hanya bibir yang boleh bergerak berkomat kamit.


Aduh..aduh..aduh..!!

Sariawan yang muncul di deket gigi geraham gw, memaksa gw untuk merapatkan gigi saat berbicara. Buat mangap aja susyahnya minta duit..(maksud gw, minta ampun!!) Sudah hampir 3 hari sariawan kacrut ini menyerang gw. Mau makan susah,mau ngomong susah, klo mau nyium cewek gw susah gak ya??? heuheu...(sakit masih aja pikir mesum, dasar curut!!)



Kepala botak, gigi rapat,yang komat kamit cuma bibir doank

June 17, 2009

Kampanye capres tidak damai

Adeuh..Adeuh..!! kepala gw pusing ngliat kampanye para capres dan cawapres. Untung yang pusing cuma kepala gw, bahaya klo kepala yang lain ikutan pusing. Padahal KPU sudah menyelenggarakan Deklarasi Pemilu Damai, walaupun tercoreng dengan monolog dari Butet Kertaradjasa. Deklarasi yang juga dihadiri oleh ke tiga pasangan capres dan cawapres ini seolah memberikan isyarat bahwa kampanye akan berjalan sehat, sportif dan damai.


kepala gw puyeng euy..!!, tp kok modelnya begini yaahh..??buakakakak

Well..,kenyataan yang terjadi adalah para capres dan cawapres saling sindir dan mencela saat mereka berkampanye. Mulai dari perseteruan antara SBY dan JK, yang mulai terlihat saat mereka masing-masing mencalonkan diri menjadi capres. Perseteruan mereka terlihat saat keduanya jarang tampil bersama, ketika ada acara penting.

Saat berkampanye pun, SBY dan JK sama-sama saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling berjasa untuk negeri ini. Padahal semuanya itu salah, yang berjasa adalah ya rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia yang memilih presiden. Belum lagi dari capres Megawati, yang saat kampanye tidak pernah absen mengkritik pemerintahan yang sekarang yang notabene dipimpin oleh SBY-JK yang juga menjadi capres.

Aih..aih..aih..demi kursi panas dan demi menjadi orang nomor satu di negeri ini yang hanya memiliki gaji kurang lebih 63 juta, para capres rela saling mencela di depan rakyat Indonesia yang nantinya akan menjadi pemilih.

Menurut pandangan gw seh, mereka semua telah memunculkan nilai negatif. Karena mereka saling mencela dan menyindir antar capres. Mirip tingkah anak kecil. Terus satu lagi, gw bukannya memihak ke salah satu capres tapi ini semua demi negara ini juga. Kalau bisa seh, pemilu presiden hanya satu kali saja. Jangan ada pemilihan tahap kedua. Pemilihan presiden kali ini saja diperkirakan akan menghabiskan dana triliunan rupiah, dan itu..itu..itu..DUIT RAKYAT..!!

Kalau sampai dua kali pemilihan presiden, berapa triliun lagi yang dihabiskan buat cetak surat suara lagi, bayar panitia pemungutan suara, biaya perhitungan suara, dan biaya lainnya. Gw sebagai warga negara Indonesia, berharap itu duit bisa ngebantu rakyat Indonesia yang benar-benar membutuhkan.


AYO KITA DUKUNG PEMILIHAN PRESIDEN..!!
CONTRENG PRESIDEN PILIHANMU..!!

June 13, 2009

Limbad versus Para Kiayi

Indonesia memang beautiful country and beautiful problem..hahaha. Lihat saja, masih hangat di kuping kita tentang para ulama yang mengharamkan situs jejaring sosial yang saat ini sedang digandrungi, yaitu facebook. Padahal dengan adanya facebook bisa dijadikan ajang untuk, misalnya pemilu. Dimana sudah ada grup pendukung salah satu capres. Hal ini membuktikan bahwa penduduk Indonesia respect terhadap pemilu dan masa depan negeri yang indah dan subur serta yang gw cintai ini.

Dari facebook yang diharamkan, muncul lagi masalah yang begitu konyol didengar. Jadi ngakak sendiri gw. Cuma gara-gara surat elektronik yang sifatnya pribadi, seorang ibu rumah tangga harus menginap di bui. Ibu Prita, siapa yang tidak kenal dengan sosok wanita tangguh dan pemberani ini. gw bersyukur, kalau sekarang ibu Prita sudah bisa pergi keluar kota tanggerang dan menghapus tahanan kotanya. Selamat ya Bu..:)

Eee...ladhala, muncul lagi sesuatu yang menggelitik jemari saya untuk berkomentar. Maklumlah, gw kan seorang blogger yang bodoh. Jadi rasa pengen tahu gw gede banget. Siapa tahu dengan gw berkoar-koar di blog ada yang komen dan membenarkan atau mengklarifikasi opini gw. Penjatuhan fatwa haram oleh beberapa kiayi tentang acara "The Master" membuat salah satu finalis "The Master" geram.

Finalis "The Master" paling nyentrik, Limbad menantang kiayi yang menjatuhkan fatwa haram untuk menjadi anak muridnya. Wah, kalo begitu gw juga mau dunk Bang Limbad. Gw mau jatuhin fatwa haram juga ah, tapi masalahnya satu. Gw bukan kiayi ataupun priayi, gw hanyalah bayi yang baru belajar ngetik dan mengorbitkannya lewat blog. Jangan-jangan, blog dan sejenisnya bakal kena cekal gak yaa..??? hahaha
Kalau iya, berarti berapa banyak orang yang akan kembali waras karena tidak dapat membaca blog dari kegilaan si kambing atau berapa banyak penggemar yang akan kembali dari dunia ngehe gara-gara blog si bule yang tidak bisa masuk ke Indonesia. OH..EM..JI..??!!

Pak kiayi, mending jatuhin fatwa haram bagi negara yang mengaku daerah negara orang menjadi daerahnya. Gw rasa itu lebih tepat..! Cihuy..!!

Walaupun hal itu semua hanya terjadi di Indonesia, but i still love my country, Indonesia. MERDEKA..!!

June 11, 2009

Akhirnya Trans7 mengakui bahwa termehek-mehek, BOHONG..!!

Saat cinta, memang harus diakhiri..
Saat cinta, tak bisa dimengerti..
(OS. Termehek-mehek by Sabian)

Acara yang kemunculannya sempat menggemparkan seluruh publik karena acara yang penuh dengan keharuan tersebut. Kemunculannya langsung memperoleh rating tertinggi dari seluruh acara reality show yang ditayangkan oleh stasiu televisi swasta yang ada. Tak heran ada beberapa kalangan masyarakat yang menanyakan kebenaran dari acara termehek-mehek.

Awalnya termehek-mehek bukanlah reality show tetapi drama reality. Agar bisa di survei, maka acara termehek-mehek dirubah menjadi reality show. Kalau kita lebih cermat dalam menyaksikan termehek-mehek ada terdapat keganjilan yang terjadi. Keganjilan yang jelas terjadi adalah suara host saat berbicara dengan klien atau target,terdengar jelas. Padahal, pembicaraan sering dilakukan jauh dari kamera.

Gw pernah ngegep acara termehek-mehek memakai seorang artis figuran yang berbiasa bermain dalam FTV, yang saat itu di plot sebagai orang tua dari si target.(wah..,kehabisan aktor ya? sampe artis figuran pun dicomot)Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba ada aktor yang bermain dua kali dalam termehek-mehek tapi dalam schene yang berbedea. Selain itu, di akhir acara termehek-mehek memberikan statement BAHWA ACARA INI TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI SEMUA PIHAK dan say thanks to TIM DRAMA REALITY SHOW TERMEHEK-MEHEK. (weleh-weleh.., dimana-mana yang namanya drama itu bohongan dan penuh dengan skenario)

Akhirnya dari pihak Trans7 mengakui bahwa termehek-mehek itu adalah rekayasa belaka. Hal ini diaminin oleh Planning & Schedule Dept Head Programming Division Trans7, Aries Ananda. Menurut salah satu staff Trans7 yang tidak mau disebut namanya, bahwa casting untuk pencarian aktor dan aktris termehek-mehek dilakukan tiap hari dan dilakukan di lantai dasar. Kalau casting dilakukan secara terbuka bakal ketahuan kalau termehek-mehek rekayasa.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)Pusat, Fetty Fajriati Misbach mengatakan program termehek-mehek membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realita.(Sumber: Warta Kota 12 Juni 2009)

Aduw..aduw..demi suksesnya suatu acara, ternyata kebohongan harus diperlukan ternyata. Mantab deh cuy..!! ntar gw bikin acara TERNGEHEK-NGEHEK, yang maen aktor dan aktrisnya adalah yang ngehek semua. hahahaha...

June 10, 2009

Ibu Prita berpuisi dalam persidangan versus Deklarasi pemilu yang mencela

Persidangan kasus Ibu Prita yang digugat atas pencemaran nama baik RS OMNI International mulai disidangkan. Persidangan yang dilakukan tanggal 10 Juni 2009 di Pengadilan Negri Tangerang. Di dalam persidangan, Ibu Prita menjawab pertanyaan dengan secarik puisi. Puisi dibaca oleh Ibu Prita dengan mata berkaca-kaca.

Berikut secuil puisi yang dibacakan Ibu Prita dalam persidangannya..

Galau
aku orang yang awam akan hukum
tapi aku tidak mau melanggar hukum
bagiku pengertian hukum adalah tidak melanggar hak orang lain, maupun kepentingan umum
serta hakku pun jangan sampai dilanggar orang lain
karena aku sakit berupaya untuk berobat
karena aku awam akan kesehatan maka kupasrahkan semua kepada dokter
maksudku datang ke dokter tidak lain untuk sembuh dari penyakit
tapi nyatanya aku merasa lebih menderita
ketika aku bertanya semuanya bungkam
ketika aku mengkomplain semuanya mengelak
bingung aku harus berbuat apa
aku merasakan hakku terampas dengan semena-mena
aku tuliskan pengalamanku dalam surat elektronik
yang katanya sebagai teknologi modern untuk berkomunikasi
dalam pelampiasan atas kegalauan hati
tapi berakhir dengan petaka
aku tidak mengerti akan hukum formil atau hukum acara
yang sempat kutahu adalah
penyedia jasa harus melindungi konsumen
hak konsumen adalah hak atas kenyamanan, keamanan dalam pengonsumsi barang dan/ jasa
konsumen pun berhak mendapat informasi yang benar
dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/ jasa


Lain halnya dengan kegiatan yang dilakukan oleh para elit politik yang akan bertarung dalam pilpres bulan Juli. Semalam (10 Juni 2009) dilakukan Deklarasi Damai Pemilu yang digalang oleh KPU. Sebagai bloger dan juga rakyat biasa, gw cuma berharap agar pemilu yang dilakukan oleh para petarung pilpres berjalan damai. Deklarasi yang berlangsung menampilkan persembahan kesenian dari perwakilan setiap calon presiden.

Tibalah pada perwakilan dari pasangan Mega-Pro yang kali ini menunjuk Butet Kertaradjasa untuk menampilkan kesenian. Pada awalnya, Butet menampilkan monolog yang menyindir pemerintahan sekarang yang notabene dipimpin oleh SBY yang juga menjadi salah satu finalis dalam pilpres tahun ini.

Berikut kutipan monolog yang gw dapet dari Anwar Khumaini dari detikPemilu:
“Kemarin ada Hercules jatuh, sampai-sampai ada anekdot di luar yang mengatakan, wah pesawat Indonesia nggak usah dipakai perang pada jatuh sendiri,” sindir Butet.

Mendengar sindiran butet yang langsung dilihatnya di depan mata, raut muka SBY tampak menahan marah. Padahal sebelumnya, SBY banyak mengumbar senyum lantaran terhibur oleh penampilan putra Bagong Kusudiharjo ini. Sementara, para hadirin lainnya tertawa terpingkal-pingkal.

“Pemberantasan korupsi mestinya tidak boleh pandang bulu, siapa pun itu. Baik menteri, mantan menteri atau siapa pun, bukannya malah didutabesarkan,” sindir butet lagi. Butet juga menyindir KPU yang tidak beres dalam membuat Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berakibat banyaknya warga yang tak dapat memilih dalam Pemilu Legislatif kemarin.


Satu sisi gw acungin jempol buat putra dari Bagong Kusudihaharjo ini, dia berani menyindir orang yang disindir langsung di depan. Tapi gw kecewa, padahal judul dari deklarasi ini adalah Deklarasi Pemilu Damai, berarti harusnya penuh persahabatan dan kedamaian. KPU seharusnya bisa menetralisir kondisi ini, bukan malah terdiam.

Lagi-lagi..gara-gara berita itu, gw jadi berpikir apa yang akan terjadi kalau gw ngupil sambil berpuisi dan ngupil di depan orang yang gw sindir...

June 5, 2009

Dari Manohara, Ambalat hingga Ibu Prita.

Awalnya gw cuma iseng nyalain tipi sore hari. Biasanya gw gak pernah nonton tipi, karena hampir 4 bulan lebih gw kagak nonton tipi. Mulai sekarang gw akan membiasakan nonton tipi, terutama berita dan informasi penting.

Sekitar pertengahan bulan Mei, publik Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan tentang seorang ibu yang melaporkan ke pihak Polisi memohon bantuan karena tidak dapat bertemu dengan anaknya yang dipinang oleh keluarga Kerajaan Kelantan Malaysia. Manohara Odelia Pinot (pino), siapa yang tidak kenal dengan nama itu. Dalam sekejap, publik mengenal dann familiar dengan wajah Manohara yang ternyata seorang gadis keturunan bangsawan Bugis. Gadis blasteran Bugis-Prancis ini menikah dengan Tengku Fakhry, pangeran Kerajaan Kelantan. Awal bulan Juni, sang pesakitan berhasil kabur dari genggaman pangeran Kerajaan Kelantan. Menurut berita, kronologis kaburnya Manohara mirip dengan film. Andai saja difilmkan benar, mungkin bisa jadi BOX OFFICE.

Sang putri pun bercerita blak-blakan tentang apa yang dialami dan didapat selama hidup bersama dengan sang pangeran Kelantan. Mendengar cerita Manohara, sontak publik menjadi agak terbakar emosinya dengan pihak Malaysia. Gw gak terlalu banyak tau tentang berita ini, karena terlalu banyak anggapan klo kejadian Manohara dibuat buat.


Selang beberapa hari, dalam waktu yang singkat Malaysia kembali berulah. Kali ini tentara Malaysia melanggar daerah perbatasan Indonesia dengan memasuki wilayah Ambalat. Sudah sekitar lebih dari 9 kali kapal perang Malaysia memasuki wilayah kekuasaan Indonesia. Bangsa kita emang sangat baik atau sangat terlalu baik. Daerah dimasuki orang lain tanpa permisi masih saja tidak diapa-apakan, hanya dikejar dan diusir. Sembilan kali lebih dimasukin tapi masih adem ayem saja, apa mau menunggu Ambalat lepas lagi dari genggaman Indonesia seperti Sipadan dan Ligitan. Kurang cukup pengalaman dengan terlepasnya dua pulau yang indah itu? apa mau ditambah dengan satu lagi dengan nama Ambalat??

Eh, muncul lagi berita yang menggemparkan sekaligus menggelitik. Terasa konyol jika kita mengkritik kinerja seseorang, tetapi karena kritik yang kita berikan itu kita malah masuk bui, yang kata orang berteman dengan dinginnya dinding penjara. Ibu Prita harus rela mendekam selama 3 minggu di Lapas wanita. Berawal dari surat elektronik atau email yang ia kirimkan ke temannya yang berisi curahan hatinya akibat pelayanan kurang memuaskan yang ia terima dari RS OMNI INTERNATIONAL, berujung pada mendekamnya Ibu Prita di Lapas wanita.

Dasarny6a adalah UU ITE (bisa dilihat isinya, udah gw link). Secara kasarnya, bukankah apa yang dilakukan oleh Ibu Prita sama saja dengan apa yang dilakukan oleh para wartawan. Memberikan dan memberitakan sesuatu yanng dianggap tidak wajar dan layak untuk diketahui oleh khalayak ramai sehingga bisa dijadikan pembelajaran oleh yang menerima kritikan.

Gara-gara berita itu semua, gw jadi agak berpikir serius..

UDAH LAMA GW GAK NGUPIL, PASTI UPIL GW BANYAK..HAHAHA

Nama Dagangan

adventure (14) AWARD (8) curcol (5) exploresumba (1) family (2) fiksi (2) GiveAway (2) HK (2) horor (1) humor (7) info (6) kompetiblog2012 (2) my mind (7) My Money (25) opini (27) pengalaman pribadi (5) share (88) Singapore (3) umum (18)