September 28, 2011

Stand Up Comedy

Ini gak ada yang kangen apa sama tulisan gw? ayo dong kangen dooong.. :D

Udah berapa lama ya gw gak posting? satu hari? dua hari? sebulan? ah, cukup lama lah pokoknya. dan cukup lama juga buat gw mau nulis tentang apa sekarang. Klo si raja ngebahas tentang asal muasal kenapa ada sms "mama minta pulsa" yang ketika lebaran si mama kirim sms juga yang isinya meminta maaf karena udah minta-minta pulsa dan berjanji gak akan mengulangi lagi. Ternyata, penipuan itu didalangi sama orang-orang bule. Kayaknya bule-bule itu gagal mau melakukan penipuan pulsa di negaranya. 

Gw sekarang lagi menggandrungi acara Stand Up Comedy Indonesia. Acara beginian dulu ada waktu jaman-nya WARKOP DKI. Tapi mereka tampil berkelompok, klo stand up yg sekarang tampil monolog. Acaranya kocak abis, dan gw baru tahu klo ada kompetisinya. Semacam Indonesian Idol. Bedanya, penentuan tidak ditentukan dengan cara: ketik nama spasi dan kirim ke sekian-sekian.. dengan closing statement-nya "yang banyak yaa.." atau "jangan lupa..!"

Ada 13 peserta minggu lalu yang tampil. Gw gak tahu ada berapa peserta yang masuk, tapi yg jelas kemarin ada satu stand up comedian yang harus closing mic alias tereliminasi. Siapa yang tereliminasi ditentukan murni oleh 3 juri, Indro Warkop, Mas Butet, sama *ehem* Astrid Tiar. ;)

Stand Up Comedy bisa gw bilang lawakan kelas tinggi. Sense of humor lu mesti peka. Disamping itu, cara penyampaian comedian di atas panggung harus sangat  tepat. Klo gak, humor yang mau disampein gak akan pernah buat orang lain jadi ketawa. Ada beberapa orang yang tulisannya begitu lucu di twitter, ditantang untuk ber-Stand Up Comedy. Apakah selucu di timeline twitter, atau malah garing segaring-garingnya.

let's make laugh

Yang penasaran kayak gimana Stand Up Comedy, bisa nongton di Metro TV atau Kompas TV. Bisa juga lu search di youtube..!

Selamat terpingkal-pingkal dan terkentjing-kentjing..:)))



September 11, 2011

mau berapa paket?

Mudik tahun ini bener-bener sangat menguras cinta hati. Mudik ditempuh dengan 30 jam perjalanan, balik pun nyaris menempuh waktu perjalanan yang sama. Untungnya, gw berhasil tidak mengalaminya untuk kedua kalinya. Balik ke Jakarta lewat Jatinangor, tidak lewat cikampek dan kawan-kawannya itu.

Mudik, banyak mungkin yang iri atau yang berkata "enak ya bisa mudik, gw mah nungguin Jakarta aja" atau "mudik kemana? gw kan kampungya di Bogor. pengen sih bisa mudik". Buat para orang-orang yang tidak mudik, berbahagialah dan tersenyumlah. Karena, sejatinya mudik itu sadis dan sungguh penuh cerita. Kalau mau dirunut, banyak cerita mengecewakan ketimbang bahagianya. Pertama, lu harus ngantri tiket bis dan kereta yang harganya melonjak 2-3 kali lipat dari harga biasa. Kalau pesawat, lu harus beradu cepat booking on line sebelum kehabisan kursi. Kedua, klo lu naik bis atau kereta, lu harus berdesakan. Ada temen gw yang demen dengan situasi ini. Eits, bukan pencopet. Tapi dia demen bau keringet para pemudik.. *huek, kesenangan yang aneh*

Kemarin waktu gw mudik ke Magetan (red: Manhattan), gw ada cerita. Mungkin ini sering dialami dan bahkan pasti dialami pemudik kalau mudiknya menggunakan bus. Selepas Cikampek dan memasuki daerah Subang, akan ada dua orang pedagang naik ke dalam bus. Dagangan mereka adalah Dodol Garut dan wajit. Mereka memang sengaja difasilitasi oleh kru bus, ya mungkin kru busnya dapet imbalan. Karena gw pernah mencoba dua bus yang berbeda dan selalu dianiki pedagan seperti ini, ketika melintasi daerah Subang. Pria pertama membuka perjumpaan di dalam bus dengan para penumpang dengan kalimat pembuka (pembukaan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa *lhaa..:D). Kemudian pria kedua akan berjalan menuju bagian belakang bus, sambil membagikan dodol atau wajit untuk dicicipi. Kira-kira sudah berada di bagian akhir barisan kuursi bus, pria kedua menjalankan perannya.

Pria 2: Mas, ibu ini minta satu paket ya..
Pria 1: Oke Mas, bentar ya saya ambilin dulu
Pria 2: Mas, bapak ini tanya, klo 2 paket harganya bisa turun gak?


Nah, disitulah letak trik mereka. Padahal gw tahu betul, jarang bahkan gak ada penumpang yang berkata atau bertanya seperti itu. Karena, penumpang udah capek di perjalanan dan paling males untuk tawar menawar harga seperti itu. Intinya, dua orang penjual itu saling berkomunikasi seolah-olah banyak yang membeli. Lucunya, para penumpang yang duduk di kursi depan dan tengah gak ada yang noleh ke belakang ketika si pria kedua berkata "Mas, bapak ini pesen 4 paket". Mungkin klo ada penumpang yang menoleh ke belakang, langsung disambit sepatu/sandal sambil berkata "apa lu lihat-lihat..!!" huehehehe.

Hebatnya, dagangan mereka selalu laku dan nyaris habis. Gw lihat mereka bawa satu kantong yang lumayan tinggi. Setelah bercuap-cuap di dalam bus hampir setengah jam, tinggi kantong dagangan mereka menurun drastis. Salut..!! :)